Mengapa Gerhana Matahari Total di Indonesia Istimewa?

13 Cara Jitu Untuk Meningkatkan Produktivitas Anda
March 3, 2016
Ini Ajaibnya Minum Air Putih Saat Perut Kosong
March 14, 2016

Sebelum membahas alasan kenapa gerhana matahari total di Indonesia tahun 2016 ini istimewa, ada baiknya kita membahas dulu pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul mengenai gerhana matahari seperti berikut ini.

Apa itu gerhana matahari?

gerhana_matahari1

Gerhana matahari merupakan fenomena luar angkasa yang terjadi ketika posisi bulan berada diantara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari. Meskipun ukuran Bulan lebih kecil dari Matahari, namun bayangan Bulan mampun menutupi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata 384.400 km dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang berjarak rata-rata 149.680.000 km.

Ada berapa jenis gerhana matahari?

Gerhana matahari terbagi menjadi empat jenis yaitu :

  1. Gerhana matahari total : Gerhana ini terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari tertutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Mataharu dan Bulan ini berubah-ubah tergantung jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.
  2. Gerhana matahri sebagian : Gerhana ini terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan Bulan hanya menutup sebagian dari piringan Matahari.
  3. Gerhana matahari cincin : Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari sehingga ketika Bulan berada di depan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup piringan bulan itulah yang akan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
  4. Gerhana hibrida : Pada titik tertentu di permukaan Bumi, gerhana ini muncul sebagau gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain terlihat sebagai gerhana cincin. Gerhana jenis ini relatif jarang terjadi.

Kapan dan dimana kita bisa melihat gerhana matahari?

Pada tahun 2016 ini, Indonesia mendapatkan kesempatan untuk melihat fenomena langka Gerhana Matahari Total (GMT). Peristiwa tersebut akan terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016. Sebelumnya, GMT pernah melintasi Indonesia pada 11 Juni 1983, namun dengan cakupan area yang berbeda dengan GMT pada tahun ini. Gerhana pada 9 Maret mendatang akan terjadi di Lautan India dan berakhir di Pasifik dekat Hawaii.

GMT tahun ini diprediksi dapat terlihat di 11 daerah di Indonesia. Daerah-daerah yang menjadi jalur GMT diantaranya, Palembang, Bangka, Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, dan Halmahera. GMT di kota-kota tersebut akan berlangsung selama 4 menit 9 detik dan Luwuk akan menjadi daerah yang paling lama dilintasi gerhana matahari yaitu sekitar 2 menit 50 detik pada pukul 8.41 WITA.

Durasi GMT tersebut akan terjadi selama dua sampai 3 jam. Namun, gerhana matahari mencapai fase penuh hanya selama tiga menit hingga satu setengah jam. Di wilayah barat Indonesia, gerhana mulai terjadi pukurl 06.29 WIB , mencapai puncak pada 07.21 WIB , dan akan berakhir pada pukul 08.30 WIB. Sedangkan di wilayah tengah, gerhana matahari terjadi pukul 07.25 WITA dan di wilayah timur pada 08.36 WIT.

Pemantauan gerhana matahari membutuhkan kondisi cuaca yang cerah dan lokasi dengan jangkauan pandangan yang luas seperti di lapangan terbuka atau di tepi pantai.

Lalu,bagaimana dengan daerah lain di Indonesia?

Sejumlah daerah lain di Indonesia hanya dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian. Daerah-daerah tersebut diantaranya Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Ambon. Di Jakarta sendiri, gerhana matahari sebagian berlangsung mulai pukul 6.19 WIB.

Negara-negara lain di Asia Tenggara pun dapat menikmati gerhana matahari sebagian seperti di Indonesia.

Apakah cahaya matahari saat gerhana dapat menimbulkan kebutaan?

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksan Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengungkapkan bahwa melihat GMT dapat menimbulkan kebutaan adalah mitos. Karena sebenarnya cahaya matahari sehari-hari dan ketika gerhana sama bahayanya. Untuk itu sangat tidak dianjurkan melihat Matahari secara langsung karena dapat membahayakan mata. Thomas juga menganjurkan agar berhati-hati saat melihat gerhana matahari karena ada fase yang paling riskan bagi kondisi mata manusia yaitu saat peralihan dari fase total ke fase sebagian. Pada fase ini, Bulan mulai bergeser dan cahaya matahari yang baru muncul sedikit akan sangat kuat. Padahal saat itu terjadi, pupil mata kita sedang membesar. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan pada retina yang disebut Solar Retinopathy. Gejalanya adalah timbulnya titik-titik hitam pada pandangan mata dan hal ini sulit untuk disembuhkan.

Bagaimana cara melihat gerhana matahari dengan aman?

Anda dapat menggunakan kacamata khusus yang sudah dilengkapi dengan pelindung sinar Ultra Violet. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan proyeksi lubang jarum yang dapat Anda buat sendiri di rumah. Caranya, sediakan dua kertas HVS lalu lubangi salah satunya dengan jarum. Kemudian, letakkan sejajar, satu menghadap Matahari, lalu Anda akan melihat pantulan matahari di bagian kertas yang lainnya. Namun, cara yang paling aman adalah Anda menyaksikan siaran langsung gerhana matahari total melalui situs internet atau televisi, yang disiarkan langsung dari Observatorium Boscha Bandung.

Dan terakhir, mengapa GMT di Indonesia istimewa dan disebut-sebut sebagai fenomena sekali seumur hidup?

GMT yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi tahun ini terasa sangat istimewa karena hanya Indonesia, daratan yang dilalui gerhana matahari total pada tahun 2016 ini. Sebelumnya, Indonesia sudah beberapa kali dilewati GMT yaitu pada 24 Oktober 1995, 18 Maret 1988, 22 November 1984, dan 11 Juni 1983. Selain karena Indonesia adalah satu-satunya daratan yang dilalui GMT tahun ini, GMT ini juga adalah yang pertama terjadi di Indonesia pada Abad ke 21. Hingga saat ini tidak diketahui pasti periode fenomena tsb akan terjadi dan berulang di suatu daerah. Hanya ada hitungan pola 18-19 tahun sesuai dengan periode Saros atau siklus gerhana. Itu pun jalurnya berbeda. Menurut perhitungan LAPAN, GMT akan kembali terhadi di Indonesia pada 20 April 2042 dan 12 September 2053 meskipun lokasinya akan berbeda dengan GMT tahun 2016. Sementara GMT di lokasi yang sama akan terjadi sekitar 350 tahun sekali.

Itulah fakta-fakta mengenai gerhana matahari total dan mengapa GMT tahun ini sangat spesial bagi Indonesia.

sw5-2

Dikutip dari : Wikipedia Indonesia, www. news.liputan6.com, dan www.nationalgeographic.co.id

Air Minum Quelle – Freshness Everyday

Informasi dan Pemesanan Hubungi

Telp : (0254)315003 / 085107094222

Email : kdtquelle@gmail.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *