Singkong Ternyata Mengandung Sianida. Berbahayakah?

Tipe Kecerdasan Manusia
January 13, 2016
Kerja Keras atau Kecanduan Kerja?
January 14, 2016

Masih ingat dengan kasus tewasnya Wayan Mirna? Seorang  perempuan muda berusia 27 tahun yang tewas setelah mengonsumsi kopi yang terdapat jejak racun sianida pada kopinya. Ternyata racun sianida yang diduga sebagai penyebab tewasnya Mirna ini juga terdapat pada singkong. Namun, mengapa selama ini singkong dikenal sebagai makanan yang aman dikonsumsi?

        Singkong merupakan salah satu dari beberapa tumbuhan yang menghasilkan racun sianida. Di alam, singkong menghasilkan sianida dalam bentuk senyawa glikosida sianogenik yang biasa disebut linimarin. Senyawa ini relatif tidak beracun, namun proses enzimatik yang terjadi dalam tubuh manusia bisa mengurainya menjadi hidrogen sianida, salah satu bentuk racun sianida paling berbahaya.

      Untungnya, tidak semua singkong mengandung senyawa sianida dalam jumlah besar. Umumnya, yang biasa dikonsumsi menghasilkan sianida dalam jumlah yang sangat kecil dan kadarnya akan berkurang dengan pengolahan yang benar. Menurut Prof.Dr.dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), DTM&H, MARS, DTCE, mantan pejabat Kementrian Kesehatan yang kini bekerja untuk WHO, jika sianida yang masuk ke dalam tubuh manusia masih dalam jumlah yang kecil maka sianida tersebut akan diubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan dapat diekskresikan dari tubuh.

         Dampak fatal terjadi jika sianida masuk ke dalam tubuh dalam dosis yang lebih besar. Racun ini akan menghambat kerja cytochrome-x-oxidase, yakni enzim dalam mitokondria yang berfungsi mengikat oksigen untuk memenuhi kebutuhan pernapasan sel-sel tubuh. Jika enzim tersebut tidak bekerja karena dihambat racun sianida, sel-sel tubuh akan mengalami kematian.

          Di daerah penghasil gaplek seperti di Gunungkidul, Yogyakarta, singkong populer sebagai makanan pokok maupun bahan baku pangan olahan. Bagi warga setempat, tidak terlalu sulit mengenali singkong beracun dengan kadar sianida yang lebih tinggi dibanding singkong biasa. Menurut Kusrini, seorang warga Gunung Kidul yang menanam berbagai jenis singkong di pekarangannya, singkong yang beracun biasanya tangkai daunnya berwarna sangat merah dan kulit ubinya jika dikelupas bukan berwarna putih melainkan merah. Singkong seperti itu juga daunnya beracun jika tidak dimasak dengan benar.

        Selain singkong, sekitar 2.000 jenis tanaman lain juga menghasilkan sianida dalam kadar yang berbeda-beda. Beberapa jenis bakteri, jamur, dan ganggang juga menghasilkan senyawa yang tersusun dari atom karbon (C) dan nitrogen (N) ini. Di lingkungan keseharian, salah satu kandungan asap rokok adalah racun sianida.

sw5-2

Dikutip dari : detik.com

Gambar ilustrasi : Quelle

Air Minum Quelle – Freshness Everyday

Informasi dan Pemesanan Hubungi

Telp : (0254)315003 / 085107094222

Email : kdtquelle@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *