Sekilas Tentang Penyakit Lupus

8 Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Seputar Kafein
May 9, 2016
Berbahayakah Jika Terlalu Banyak Minum Air?
May 31, 2016

Apa itu lupus?

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru. Dalam tubuh seorang penderita lupus, sistem kekebalan tubuh mereka tidak bisa membedakan antara ‘ancaman’ dan sel-sel tubuh sendiri. Akibatnya, sistem kekebalan tubuhnya malah menghancurkan jaringan sehat. Jaringan yang diserang antara lain kulit, sel darah, sendi, paru-paru, dan jantung. Menurut Lupus Foundation of America, orang keturunan Asia, Afrika, dan penduduk asli Amerika memiliki risiko lebih besar untuk menderita penyakit ini dibandingkan dengan ras kaukasia. Meskipun penderita lupus di dunia sangat banyak, namun penyebab dari penyakit ini masih belum diketahui hingga saat ini. Sebagian ahli menganggap penyebab penyakit lupus pada beberapa orang adalah pengaruh faktor genetik dan lingkungan.

Penderita lupus di Indonesia

Penderita lupus di dunia dipercaya mencapai lima juta jiwa dan menurut data dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI) pada tahun 2013 sebanyak 13.300 jiwa diantaranya adalah orang Indonesia. Penyakit ini kebanyakan menyerang wanita pada usia 15-50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan lupus dapat menyerang anak-anak dan pria.

Gejala lupus

Lupus dapat menyerang berbagai bagian tubuh sehingga orang yang terkena lupus akan mengalami  berbagai gejala. Gejalanya ada yang ringan dan ada juga yang mengancam jiwa. Penyakit ini tidak menular, tapi bisa berpotensi mematikan. Meskipun gejalanya beragam, namun ada beberapa gejala umum yang patut diwaspadai diantaranya ruam kulit, kelelahan, sakit, dan pembengkakan pada sendi. Perbedaannya adalah penderita lupus akan mengalami sakit yang dahsyat saat mengalami gejala-gejala tersebut. Selain itu, ada satu gejala lupus yang khas yang dapat terlihat pada sebagian besar penderitanya yaitu ruam kulit berbentuk kupu-kupu pada wajah tepatnya pada tulang hidung.

Tipe-tipe lupus

Lupus terbagi menjadi 3 tipe, yaitu :

  • Lupus eritematosus sistemik (Systemic Lupus Erythematosus/SLE)
  • Lupus eritematosus diskoid (Diskoid Lupus Erythematosus/DLE)
  • Lupus akibat penggunaan obat

1. Lupus eritematosus sistemik (Systemic Lupus Erythematosus/SLE)

Jenis lupus ini yang disebut orang pada umumnya sebagai penyakit lupus. SLE bisa menyerang jaringan dan organ tubuh mana saja mulai dari gejala ringan hingga parah. Gejala SLE pun dapat timbul tiba-tiba maupun berkembang secara perlahan. Gejala ini bisa bertahan lama pada tubuh penderita ataupun bersifat sementara sebelum akhirnya dapat kambuh lagi. Gejala ringan SLE yang paling sering terjadi yaitu rasa nyeri dan lelah berkepanjangan.

2. Lupus eritematosus diskoid (Discoid Lupus Erythematosus/DLE)

Jenis lupus ini pada umumnya hanya menyerang jaringan kulit saja, namun tidak menutup kemungkinan dapat menyerang organ lain. Berbeda dengan SLE, DLE dapat dikendalikan dengan menghindari paparan sinar matahari langsung dan obat-obatan. Gejala DLE diantaranya rambut rontok dan ruam merah dan bulat seperti sisik yang terkadang akan menebal.

3. Lupus akibat penggunaan obat

Terdapat lebih dari 100 jenis obat yang dapat menyebabkan efek samping mirip dengan gejala lupus pada sebagian orang. Namun gejala lupus akibat obat umumnya akan hilang jika berhenti mengonsumsi obat tersebut. Meskipun begitu, tetap perlu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai hal tersebut.

Pengobatan lupus

Hingga saat ini, SLE masih tidak bisa disembuhkan sehingga pengobatannya ditujukan untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada penderita SLE. Puluhan tahun yang lalu SLE dianggap sebagai penyakit yang menakutkan karena pada saat itu banyak penderita lupus yang meninggal dunia akibat komplikasi dalam kurun waktu 10 tahun. Namun kini kondisinya sudah jauh lebih baik karena pengobatan SLE terus berkembang. Hampir semua penderita SLE saat ini dapat hidup normal atau mendekati normal. Bantuan dari orang-orang di sekitar dan tenaga medis berperan penting untuk membantu penderita SLE bertahan menghadapi penyakit mereka.

Lupus kerap dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena lihai dalam meniru gejala penyakit lain. Hal ini juga membuat lupus sulit untuk didiagnosis sehingga terkadang membuat penanganannya kurang tepat. Kebanyakan dokter bahkan memerlukan waktu hingga lima tahun untuk mendiagnosa penyakit ini.

Jadi, jika Anda atau kerabat Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada penyakit lupus, sebaiknya segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Karena jika tidak segera ditangani, SLE juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius.

SW5-1

Sumber : alodokter.com dan bintang.com

Air Minum Quelle – Freshness Everyday

Informasi dan Pemesanan Hubungi

Telp : (0254)315003 / 085107094222

Email : kdtquelle@gmail.com

Comments are closed.